Welcome to My Blog

Selamat datang di Blog ini, merupakan wadah berbagi ilmu pengetahuan, sharing tulisan untuk kemajuan bersama, tempat bagi saya untuk mendokumentasikan tulisan, karya ilmiah, catatan harian, uneg-uneg  dan apa saja yang bisa dituangkan dalam blog ini. Semoga persembahan kecil ini akan memberi manfaat.

Problem Demokrasi dan Kebijakan Tanpa Rujukan

Ditengah keresahan kita tentang nasib dan masa depan transisi demokrasi bangsa ini, sejumlah kebijakan sejatinya diperlukan sebagai terapi agar demokrasi tak layu sebelum berkembang. Berbagai persoalan yang mengancam matinya demokrasi secara substansial misalnya rendahnya perilaku kedewasaan publik, kesenjangan antar kelompok, terbukanya diskriminasi serta jauhnya kesejahteraan dan pemakmuran sebagaimana tujuan demokrasi itu sendiri (Croisant & Merkel, 2004). Continue reading

Distorsi Mengatur Elit Daerah

Hampir tak ada negara dalam panggung politik demokrasi dewasa ini yang memberikan kewenangan sedemikian besar kepada pemerintah daerah kecuali Indonesia. Kalaupun kewenangan tadi diberikan dengan porsi seluas-luasnya dan berisi serangkaian urusan gono-gini, pastilah bukan dalam kerangka otonomi daerah melainkan negara bagian. Lewat paham negara integralistik kita tak berkehendak membawa Indonesia dalam mainstream negara bagian sekalipun faktanya demikian. Continue reading

Korupsi Pemerintahan Mendekati Tubir

Hingga akhir April 2012 kita memperoleh data dari Kemendagri yang sangat menggelisahkan, 173 kepala daerah dari 530 daerah otonom berstatus terperiksa dalam hal ikhwal korupsi (Jawa Pos, April 2012). Dari jumlah tersebut 70 persen telah diputus pengadilan. Artinya, 1/3 dari total kepala daerah diduga merugikan negara, memperkaya diri sendiri maupun orang lain baik sengaja atau tidak. Jumlah laporan perkara korupsi sendiri hingga awal Juli 2012 mencapai 3.423 kasus. Jika dirata-ratakan maka setiap kepala daerah berkontribusi terhadap kurang lebih 20 kasus korupsi. Dari belitan masalah itu, 85 persen berkisar pada kasus pengadaan barang dan jasa. Continue reading

Negara Gagal Versus Daerah Gagal

Berdasarkan survei The Fund for Peace di Washington DC tentang failed state index, Mei 2012, Indonesia sebagai salah satu negara dinilai mengarah kedalam status gagal. Yang jelas bukan gagal panen, apalagi sampai gagal ginjal. Peringkat 66 dari 177 negara menunjukkan posisi kita tak lebih baik dari sebagian negara di gurun Afrika, bahkan tak lebih baik dari negara tetangga di kawasan asia. Peringkat tersebut bagi sebagian kita termasuk pemerintah mengandung masalah, sebab variabel yang digunakan belum tentu sesuai konteks dan kebutuhan kita. Sebagai perbandingan standar miskin dua dollar perhari di Amerika mungkin saja sudah lebih dari cukup bagi rakyat Indonesia. Continue reading

Kualifikasi Kepala Daerah

Dalam perspektif publik, berbagai indikasi yang menunjukkan kinerja pemerintahan secara umum meningkat atau menurun dapat ditanggapi lewat sejumlah perilaku. Bagi kaum cerdik pandai, capaian kinerja pemerintahan jamak dilihat dari sisi positif dan negatif. Kalau positif dianggap wajar sebab itulah fungsi dan tugas pemerintah. Mirisnya jika kinerja pemerintah mengalami degradasi pada periode tertentu. Bahkan mereka yang lantang meneriakkan perbaikan disana-sini mendapat ruang apresiasi publik dalam bentuk award di berbagai kesempatan. Bagi pegawai yang notabene adalah mesin birokrasi biasanya tak begitu acuh dengan opini yang diputuskan badan pemeriksa keuangan, apakah wajar tanpa catatan maupun disclaimer.  Mungkin yang tak wajar jika gaji dan tunjangan mereka lupa dibayar, ini baru kurang ajar. Continue reading

Dinamika Demokrasi, Politik, dan Pemerintahan Daerah

Buku ini berbiacara tentang Demokrasi Politik dan Pemerintahan Daerah, bukan dari sudut pandang teori yang rumit dan berbelit-belit, melainkan dari potret yang autentik di lapangan. Karena itu, bukan hanya isi buku ini yang diangkat dari lapangan, melainkan cara penyajiannya pun tetap bergaya lapangan. Enak, ringan, dan tidak bertele-tele. Sentilan-sentilannya ringan, tetapi tetap pas; tidak membuat kuping panas, melainkan menggelitik gelak di hati, da bisa meringankan langkah untuk, tanpa rasa risih, mau mengoreksi diri. Keistimewaan buku ini yaitu bisa menunjukkan kelemahan-kelemahan dari ide-ide dan praktik-praktik politik demokrasi dan pemerintahan daerah tanpa menohok manusiannya. Dengan kata lain, penulis dengan cerdas menghindari kesesatan-kesesatan logika yang cenderung terjadi dalam dunia kritik dan perdebatan dewasa ini yang terlalu bersifat ad hominem atau ad personam; yang disoroti mestinya masalahnya (rem), bukan orangnya (personam). Continue reading